ORANG BIJAK HARUS OPTIMIS


Rabu, 09 Mei 2012

Fans Olga Syahputra


Penderita Lumpuh Ini Ingin Bertemu Olga Syahputra
Tribun Jogja - Selasa, 8 Mei 2012 20:26 WIB


Cesar Winugrah (20) warga kampung Dawung, Kedungpane, Mijen, Semarang, hanya bisa berbaring selama hidupnya. Sakit di tulang punggung membuat tubuhnya lumpuh sejak bayi. Selama itu pula  Cesar belum pernah mendapat bantuan dari siapapun.

"Saya sampai curhat ke Bu RT kalau ada bantuan saya minta dikasih tahu," kata Agustina (53) yang tak lain ibu dari Cesar baru-baru ini.

Bantuan yang menjadi harapannya itu bukan untuknya, tapi anak semata wayangnya Cesar dan suaminya yang sudah uzur Sukiman (73).

Saat ini, hanya itulah yang menjadi pikirannya. Sebab, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, ia sangat kesusahan. Baju-baju bekas yang diberi orang-orang jarang sekali laku. Bahkan, dua minggu terakhir ia belum mempunyai penghasilan dan hanya mencukupi kehidupannya dengan berutang.

"Selain itu, saya ingin mengirim surat ke Olga Syahputra, siapa tahu ia mau datang ke sini. Ketemu anak saya, soalnya Cesar ngefans dengan Olga," katanya.

Ia bercerita, meskipun lumpuh anaknya mempunyai hobi yaitu menonton televisi. Ada dua acara yang tidak pernah dilewatkannya yaitu sepak bola dan acara Olga Syahputra. Bahkan kalau malam, saat ada acara televisi dengan Olga di dalamnya, anaknya itu tertawa sendiri.

Saking sayangnya dengan televisi, tiap kali hujan ia meminta ibunya untuk segera mematikan televisi. Cesar takut tidak bisa melihat Olga lagi jika tv rusak karena tersambar petir, karena tahu ibunya tidak bisa membelikan tivi baru.

Agustina mengucapkan semua itu sembari bercanda sekaligus meneteskan air mata. Anaknya juga pernah bilang kepadanya, kalau Olga datang pasti akan menangis melihat keadaannya.

"Cesar kadang-kadang juga bilang, kalau ia minta maaf menjadi orang yang tidak berguna," ucapnya Lirih.

Di rumah yang hanya berdindingkan kayu itulah Agustin dan keluarganya bergantung. Bertahun-tahun lalu, keluarganya masih mempunyai rumah. Tapi saat mengetahui kepala Cesar tidak bisa diangkat pada umur delapan bulan, ia langsung berusaha mencari alternatif pengobatan untuk anaknya.

Rumah yang sebelumnya di kawasan Banyumanik pun ia jual. Dengan menggendong Cesar kemana-mana ketika kecil, ia menghabiskan seluruh hartanya untuk usaha kesembuhan anaknya. Hingga akhirnya ia bertempat di rumah berdindingkan kayu di tempatnya sekarang, ia belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali. Yang menjadi pikirannya saat ini bukan hanya bantuan secara material, tetapi bantuan untuk masa depan anaknya.

"Kalau anak saya tidak ada yang merawat mungkin saya mati dengan mata terbuka tidak bisa menutup mata," ucapnya. (*)

Penulis : Bakti Buwono Budiastyo     ||     Editor : M Iwan Al

0 komentar:

Posting Komentar

Fans Olga Syahputra

Bookmark and Share

Penderita Lumpuh Ini Ingin Bertemu Olga Syahputra
Tribun Jogja - Selasa, 8 Mei 2012 20:26 WIB


Cesar Winugrah (20) warga kampung Dawung, Kedungpane, Mijen, Semarang, hanya bisa berbaring selama hidupnya. Sakit di tulang punggung membuat tubuhnya lumpuh sejak bayi. Selama itu pula  Cesar belum pernah mendapat bantuan dari siapapun.

"Saya sampai curhat ke Bu RT kalau ada bantuan saya minta dikasih tahu," kata Agustina (53) yang tak lain ibu dari Cesar baru-baru ini.

Bantuan yang menjadi harapannya itu bukan untuknya, tapi anak semata wayangnya Cesar dan suaminya yang sudah uzur Sukiman (73).

Saat ini, hanya itulah yang menjadi pikirannya. Sebab, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, ia sangat kesusahan. Baju-baju bekas yang diberi orang-orang jarang sekali laku. Bahkan, dua minggu terakhir ia belum mempunyai penghasilan dan hanya mencukupi kehidupannya dengan berutang.

"Selain itu, saya ingin mengirim surat ke Olga Syahputra, siapa tahu ia mau datang ke sini. Ketemu anak saya, soalnya Cesar ngefans dengan Olga," katanya.

Ia bercerita, meskipun lumpuh anaknya mempunyai hobi yaitu menonton televisi. Ada dua acara yang tidak pernah dilewatkannya yaitu sepak bola dan acara Olga Syahputra. Bahkan kalau malam, saat ada acara televisi dengan Olga di dalamnya, anaknya itu tertawa sendiri.

Saking sayangnya dengan televisi, tiap kali hujan ia meminta ibunya untuk segera mematikan televisi. Cesar takut tidak bisa melihat Olga lagi jika tv rusak karena tersambar petir, karena tahu ibunya tidak bisa membelikan tivi baru.

Agustina mengucapkan semua itu sembari bercanda sekaligus meneteskan air mata. Anaknya juga pernah bilang kepadanya, kalau Olga datang pasti akan menangis melihat keadaannya.

"Cesar kadang-kadang juga bilang, kalau ia minta maaf menjadi orang yang tidak berguna," ucapnya Lirih.

Di rumah yang hanya berdindingkan kayu itulah Agustin dan keluarganya bergantung. Bertahun-tahun lalu, keluarganya masih mempunyai rumah. Tapi saat mengetahui kepala Cesar tidak bisa diangkat pada umur delapan bulan, ia langsung berusaha mencari alternatif pengobatan untuk anaknya.

Rumah yang sebelumnya di kawasan Banyumanik pun ia jual. Dengan menggendong Cesar kemana-mana ketika kecil, ia menghabiskan seluruh hartanya untuk usaha kesembuhan anaknya. Hingga akhirnya ia bertempat di rumah berdindingkan kayu di tempatnya sekarang, ia belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali. Yang menjadi pikirannya saat ini bukan hanya bantuan secara material, tetapi bantuan untuk masa depan anaknya.

"Kalau anak saya tidak ada yang merawat mungkin saya mati dengan mata terbuka tidak bisa menutup mata," ucapnya. (*)

Penulis : Bakti Buwono Budiastyo     ||     Editor : M Iwan Al

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar


Followers

 

Blog Haryanto | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform